Monday, 20 July 2009

Peradaban Indian Amerika Utara Dalam Atlas Al Qur'an

Peradaban di Amerika Utara

Peradaban ini adalah sebuah peradaban yang hidup sebelum hingga awal kedatangan bangsa Eropa yang dipimpin oleh Colombus pada abad ke-15 kedaratan benua baru (Amerika). Peradaban inilah yang popular dengan nama bangsa Indian yang berjumlah sangat banyak dalam suku bangsa. Bangsa ini tersebar dari wilayah Amerika Utara (Amerika Serikat dan Canada) hingga ke Amerika Latin (dari Mexico hingga ke Argentina). Banyak para ahli yang berpendapat bahwa bangsa ini berasal dari daratan benua Asia yakni Siberia dan Asia Tengah termasuk Mongolia pada masa zaman es masih menutupi selat Bering yang memisahkan benua Asia dengan benua Amerika di Alaska. Suku bangsa Indian yang masih mendiami wilayah yang beriklim selalu bersalju itu adalah suku bangsa Inuit (Canada), Eskimo. Mereka mencari penghidupannya dengan menangkap ikan pada lubang-lubang yang dibuatnya dibawah bongkahan es dari sebuah danau atau air laut yang membeku. Hingga sekarang bangsa ini masih eksis di wilayah-wilayah Negara Amerika Serikat tersebut. Dan Mereka hidup bebas sebagaimana bangsa Eropa yang mendiami wilayah Negara Amerika Serikat ini. Mereka juga mendapat perlakuan yang layak sebagai warga Negara yang setaraf dengan warga lain dari bangsa kulit putih. Disaat Presiden ke-16 Amerika Serikat berkuasa yakni antara tahun 1809 hingga 1865. Ia adalah salah satu presiden terbesar Amerika Serikat. Pada masanya lah diproklamirkan adanya kesamaan ras dan suku bangsa serta penghapusan perbudakkan yang dideklarasikan pada tanggal 1 Januari 1863.

“Lincoln, Abraham (1809-1865), 16th president of the United States (1861-1865) and one of the great leaders in American history.”[1]

“Emancipation Proclamation, proclamation issued by Abraham Lincoln on January 1, 1863”.[2]

Di Amerika serikat sendiri peradaban bangsa Indian ini memiliki banyak suku bangsa diantaranya dapat kita lihat pada gambar berikut ini:

Pada gambar diatas dapat kita lihat bahwa daerah dengan coklat tua( Northeast), coklat susu (Great Plains), Pink Tua (Great Basin) serta Orange tua (California) adalah sebahagian besar wilayah Amerika serikat dan dilalui oleh koordinat 410 yang dapat juga kita katakan melewati Negara-negara bagian Amerika Serikat yakni New Jersey, Pennsylvania, Ohio, Indiana, Illinois, Iowa, Nebraska, Colorado, Wyoming, Utah, Nevada, dan California. Pada wilayah besar ini pula berdiam berbagai suku bangsa Indian yang hidup bebas pada tenda-tenda yang mereka buat dan sedikit dari mereka yang sempat membuat pemukiman pada Pueblo-pueblo di lereng sebuah bukit batu yang besar atau dibuat dari campuran tanah dan mereka kurang memperhatikan sistim pemerintahan seperti suku bangsa Indian yang berada di wilayah Amerika Latin (Selatan) yang lebih berperadaban dan memiliki sistim pemerintahan yang kuat dan besar. Dalam kepercayaan mereka juga mengadakan perayaan yang berhubungan dengan agama yang mereka anut. Banyak sekali perayaan yang dilakukan pada bangsa Indian di Amerika Utara ini dan salah satunya adalah Tarian Matahari (Sun Dance) [3]. Tarian ini tidak berkembang lagi di Amerika Serikat karena semenjak tahun 1881 pemerintah menyatakan tarian ini sebagai tarian yang “Tidak bermoral dan barbar” hingga di tahun 1941 salah seorang tokoh bangsa Indian yakni John Truhujo memperkenalkan kembali tarian ini.

Itulah sekelumit fakta-fakta sejarah yang menggambarkan eksistensi bangsa-bangsa yang memiliki hubungan keyakinan mereka dengan Matahari sebagai sebuah sembahan. Dari beberapa fakta diatas terdapat satu fakta yang menggambarkan situasi terkini dari Negeri Jepang yang masih memiliki tradisi keagamaan Shinto sebagai sebuah keyakinan Jepang. Dari fakta tersebut dapat kembali kita lihat fakta pada ayat-ayat suci Al Qur’an yang memberikan kepada kita realita ayat yang jelas dan tegas tentang bangsa-bangsa yang menjadikan Matahari, Bulan sebagai sembahan. Ayat tersebut dapat kembali kita lihat seperti dibawah ini:

Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.”

(Fushilat (41) : 37)

Hal ini kembali juga mengingatkan kepada kita tentang kisah pencarian eksistensi Tuhan bagi Nabiullah Ibrahim AS sebagaimana dapat kita lihat dapat ayat Al Qur’an berikut ini:

“ Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar Ibrahim itu termasuk orang-orang yang yakin.”

“ Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku" Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: Saya tidak suka kepada yang tenggelam".

“ Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat".

“ Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar", maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.”

“ Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.”

“ Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata: Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku. Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)?”

(Al An ‘aam (6) : 75-80)

Itulah hidayah yang didapatkan oleh Nabiullah Ibrahim AS sebagai sebuah Hujjah serta peringatan bagi kaumnya yang ketika itu adalah bangsa Babylonia. Negeri tempat bangsa Nabi Ibrahim tersebut jelas merupakan suatu daerah tempat terbit matahari yang nampak dengan jelas dan terang. Sehingga mereka juga menjadikan Matahari sebagai sembahan. Wallahu ‘Alam Bishowab.



[1] Lincoln, Abraham, Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2005. © 1993-2004 Microsoft Corporation. All rights reserved.

[2] Emancipation Proclamation, Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2005. © 1993-2004 Microsoft Corporation. All rights reserved.

[3] Sun Dance, religious ceremony performed by Native Americans of the Plains tribes of North America in veneration of the sun. Lasting up to 12 days and held in summer, the ceremony involves sacred objects and sometimes includes voluntary self-laceration or torture. In 1881 the United States government prohibited the Sun Dance, labeling it “demoralizing and barbarous.” The ceremony continued to be practiced in secret, however, and in 1941 Shoshone Sun Dance leader John Truhujo reintroduced the dance to the Crow peoples. Although the ceremony traditionally belongs to the spiritual heritage of the Plains peoples, it has become an inspiration for traditionalist movements among non-Plains Native Americans as well. Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2005. © 1993-2004 Microsoft Corporation. All rights reserved.

No comments:

Post a Comment